News  

NTB Kirim 79 Personel dan 30 Armada Bantu Gempa NTT

Pemprov NTB mengirim 79 personel, 30 armada, serta bantuan logistik untuk membantu masyarakat terdampak gempa magnitudo 7,4 di NTT. Berbekal pengalaman menghadapi Gempa Lombok 2018, NTB bergerak cepat menunjukkan bahwa saudara di NTT tidak sendiri menghadapi masa sulit. Foto: Pelepasan tim kemanusiaan dan bantuan darurat oleh Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal bersama Forkopimda NTB di Mataram, Minggu (16/8/2026). (Foto : Redaksi)
Pemprov NTB mengirim 79 personel, 30 armada, serta bantuan logistik untuk membantu masyarakat terdampak gempa magnitudo 7,4 di NTT. Berbekal pengalaman menghadapi Gempa Lombok 2018, NTB bergerak cepat menunjukkan bahwa saudara di NTT tidak sendiri menghadapi masa sulit. Foto: Pelepasan tim kemanusiaan dan bantuan darurat oleh Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal bersama Forkopimda NTB di Mataram, Minggu (16/8/2026). (Foto : Redaksi)

GLOBALINSIGHT, MATARAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengirim bantuan kemanusiaan, logistik, dan tim tanggap darurat ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi magnitudo 7,4 pada Sabtu (15/8/2026). Bantuan tersebut dilepas langsung oleh Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal bersama Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri dan jajaran Forkopimda NTB di Mataram, Minggu (16/8/2026), sebagai bentuk solidaritas dan dukungan bagi masyarakat terdampak.

Pemprov NTB Kirim Bantuan Gempa ke NTT

Sehari setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang Nusa Tenggara Timur, Pemerintah Provinsi NTB bergerak cepat mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk mendukung penanganan darurat di wilayah terdampak.

Pelepasan bantuan dilakukan langsung oleh Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal didampingi Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri bersama unsur Forkopimda NTB. Bantuan yang dikirim mencakup logistik, peralatan darurat, armada operasional, serta personel yang akan bertugas membantu masyarakat di lokasi bencana.

Iqbal mengatakan, langkah cepat tersebut dilandasi pengalaman NTB saat menghadapi Gempa Lombok pada 2018. Menurutnya, masyarakat NTB memahami betul situasi yang sedang dihadapi warga NTT karena pernah merasakan kondisi serupa.

“Tahun 2018, kita pernah menghadapi dan merasakan gempa yang luar biasa besarnya di NTB,” ujar Iqbal saat pelepasan bantuan.

Ia menilai dukungan dari berbagai daerah saat NTB dilanda bencana menjadi pelajaran penting tentang arti solidaritas. Karena itu, NTB berupaya hadir lebih awal untuk memberikan bantuan kepada daerah tetangga yang sedang menghadapi musibah.

“Hari ini saudara-saudara kita di NTT, tetangga terdekat kita menghadapi ujian yang luar biasa, dan kita ingin hadir menunjukkan solidaritas kita kepada mereka. Menunjukkan kepada mereka bahwa mereka tidak sendiri,” katanya.

Kerahkan 79 Personel dan 30 Armada

Dalam misi kemanusiaan tersebut, Pemprov NTB mengirim 79 personel tim tanggap darurat yang berasal dari berbagai unsur. Mereka akan membantu penanganan kebutuhan mendesak masyarakat terdampak gempa.

Selain itu, sebanyak 30 armada juga dikerahkan untuk mendukung distribusi bantuan dan mobilitas tim di lapangan. Armada tersebut membawa berbagai kebutuhan logistik serta perlengkapan yang dibutuhkan dalam masa tanggap darurat.

Tim yang diberangkatkan terdiri dari tenaga medis, psikolog, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta unsur terkait lainnya. Mereka akan membantu pelayanan kesehatan, pemulihan psikososial, asesmen kebutuhan, hingga mendukung pembukaan akses ke wilayah terdampak.

Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat proses penanganan darurat sekaligus membantu masyarakat memperoleh layanan dasar selama masa pemulihan awal pascabencana.

Bangun Solidaritas Kawasan Timur Indonesia

Iqbal mengungkapkan, tidak lama setelah gempa terjadi dirinya langsung berkomunikasi dengan Gubernur NTT untuk menyampaikan dukungan dan memastikan bahwa pemerintah daerah setempat tidak menghadapi situasi tersebut sendirian.

Menurut dia, komunikasi juga dilakukan dengan Pemerintah Provinsi Bali sebagai bagian dari upaya memperkuat solidaritas antardaerah di kawasan Bali, NTB, dan NTT.

“Dan saya juga menelpon Gubernur Bali, dan beliau dengan sangat antusias menunjukkan solidaritas Bali-NTB-NTT sehingga terwujud forum ini. Satu yang sakit, yang lain merasakan sakitnya, yang satu berduka, yang lain juga merasakan dukanya,” tuturnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan semangat kolaborasi lintas daerah dalam menghadapi situasi kebencanaan. Solidaritas antardaerah dinilai menjadi faktor penting untuk mempercepat respons dan pemulihan masyarakat terdampak.

Pengalaman Gempa Lombok Jadi Modal Berharga

Pengalaman NTB saat menghadapi Gempa Lombok 2018 menjadi bekal penting dalam menjalankan misi kemanusiaan ke NTT. Saat itu, NTB menerima dukungan luas dari berbagai daerah di Indonesia maupun komunitas internasional.

Pengalaman tersebut memberikan pemahaman praktis mengenai kebutuhan masyarakat pada fase tanggap darurat. Mulai dari layanan kesehatan, distribusi logistik, dukungan psikososial, hingga koordinasi antarlembaga menjadi bagian dari pelajaran yang kini diterapkan dalam membantu NTT.

Di sisi lain, tantangan penanganan bencana tetap memerlukan koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, relawan, dan masyarakat. Kebutuhan di lapangan dapat berkembang seiring proses asesmen yang dilakukan oleh tim penanganan bencana.

Karena itu, bantuan yang dikirim dari NTB diposisikan sebagai dukungan awal yang dapat membantu memperkuat kapasitas penanganan darurat di wilayah terdampak.

Harapan untuk Pemulihan NTT

Misi kemanusiaan yang dikirim Pemprov NTB tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak gempa, tetapi juga menjadi simbol kepedulian antardaerah di Indonesia.

Kehadiran personel, armada, dan bantuan logistik diharapkan dapat mempercepat proses penanganan darurat sekaligus memberikan dukungan moral bagi warga yang sedang menghadapi masa sulit.

Dengan semangat solidaritas yang terbangun, kolaborasi antara pemerintah daerah, relawan, tenaga kesehatan, dan berbagai pihak terkait diharapkan mampu memperkuat upaya pemulihan NTT.

Pengalaman NTB menunjukkan bahwa kebersamaan menjadi modal penting untuk bangkit dari bencana dan membangun kembali kehidupan masyarakat secara bertahap. (Agu/Moc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *