GLOBALINSIGHT, LAMONGAN – Makna perjuangan di era modern tak lagi melulu soal angkat senjata. Melalui momentum Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-457, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) Kabupaten Lamongan menerjemahkan semangat kepahlawanan lewat aksi nyata: membangun ketahanan keluarga dan menyiapkan generasi emas yang berkualitas.
Pesan inspiratif tersebut dikemas secara unik dalam gelaran Lamongan Tempo Doeloe Perjuangan. Mengambil tempat di Lapangan Gadjah Mada Lamongan, Rabu (24/6/2026) malam, Stand DPPPAKB di Lamongan Tempo Doeloe Perjuangan, Sejarah Piala Dunia 1938 menghadirkan pendekatan yang lebih menarik sekaligus membangun interaksi yang lebih dekat dengan masyarakat.
Nuansa sepak bola klasik era pra-Perang Dunia II sengaja dihidupkan untuk menarik perhatian ribuan pengunjung. Namun, di balik estetika jadul tersebut, DPPPAKB justru menyuntikkan berbagai program modern yang sangat krusial bagi kesejahteraan warga Lamongan.
Memadukan Edukasi Sejarah dan Layanan Kesehatan Nyata
Langkah DPPPAKB ini terbukti efektif memecah kekakuan yang biasa melekat pada sosialisasi birokrasi. Berkolaborasi dengan Kimia Farma, stand bertema piala dunia klasik ini diserbu warga yang ingin memanfaatkan fasilitas cek kesehatan gratis, konsultasi Keluarga Berencana (KB), hingga edukasi kesehatan keluarga. Tak ketinggalan, permainan interaktif dan sajian kuliner jadul turut memeriahkan suasana.
Kepala DPPPAKB Kabupaten Lamongan, Dr. dr. Aini Mashida, M.Mrs, menegaskan bahwa diplomasi melalui hobi dan sejarah ini merupakan strategi untuk meruntuhkan sekat antara pemerintah dan masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan suasana yang berbeda sehingga masyarakat tertarik untuk datang, berinteraksi, dan memanfaatkan berbagai layanan yang kami sediakan. Di balik tema sejarah yang kami tampilkan, ada pesan penting mengenai kesehatan keluarga, perlindungan anak, dan kualitas generasi masa depan,” ujar Dr. Aini.
Fondasi SDM Menuju Indonesia Emas 2045
Lebih lanjut, Dr. Aini memaparkan bahwa esensi dari perjuangan hari ini adalah memastikan setiap anak di Lamongan tumbuh di lingkungan yang aman, dan setiap perempuan mendapatkan perlindungan yang layak. Baginya, kemajuan sebuah daerah tidak bisa hanya diukur dari megahnya infrastruktur fisik.

“Keluarga merupakan fondasi utama pembangunan. Ketika keluarga sehat, anak-anak tumbuh dengan baik, perempuan mendapatkan perlindungan, dan masyarakat memiliki akses terhadap layanan yang memadai, maka kualitas generasi masa depan juga akan semakin baik,” jelasnya optimis.
Melalui pendekatan kreatif di Lamongan Tempo Doeloe Perjuangan, DPPPAKB berhasil membuktikan bahwa mengedukasi masyarakat bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Menyambut visi Indonesia Emas 2045, langkah ini menjadi investasi sosial yang vital guna mencetak sumber daya manusia (SDM) Lamongan yang unggul, sehat, dan berdaya saing global.












