Inspiratif! Disnaker Lamongan Hidupkan Kembali Kejayaan Industri Rokok Linting di Lamongan Tempo Doeloe

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi kunjungi di Stand Disnaker Lamongan di gelaran Lamongan Tempo Doeloe di Lapangan Gajah Mada, Rabu (24/6/2026), Foto : Agung Fauzi Hidayatullah)

GLOBALINSIGHT, LAMONGAN – Ada yang unik dan sarat makna di balik gemerlap gelaran Lamongan Tempoe Doeloe (LTD) 2026. Mengusung tema besar “Perjuangan”, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lamongan sukses menyedot perhatian publik dengan menampilkan kilas balik sejarah dunia kerja lokal yang inspiratif.

Bertempat di Lapangan Gadjah Mada Lamongan, Rabu (24/6/2026) malam, stand Disnaker tampil mencolok dengan mengangkat tema “Warisan Industri Rokok Linting Kebanggaan Lamongan”. Sektor ini sengaja dihadirkan kembali bukan sekadar untuk bernostalgia, melainkan sebagai bentuk edukasi nyata bagi generasi muda tentang sejarah ketenagakerjaan daerah.

Acara yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-457 ini kian istimewa saat Bupati Lamongan hadir langsung meninjau stand tersebut.

Kepala Disnaker Kabupaten Lamongan, Mokhammad Zamroni, mengungkapkan rasa bangga atas apresiasi yang diberikan oleh orang nomor satu di Lamongan tersebut. Menurutnya, kehadiran bupati menjadi suntikan motivasi bagi seluruh jajaran Disnaker.

“Kehadiran beliau menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan edukasi kepada masyarakat mengenai perjalanan dunia kerja dan industri yang pernah menjadi bagian penting dalam sejarah perekonomian Lamongan,” ujar Zamroni, Kamis (25/6/2026) malam.

Zamroni menjelaskan, lewat tema rokok linting tradisional ini, pihaknya ingin menyampaikan pesan perjuangan, ketekunan, dan etos kerja tinggi para pendahulu kepada para milenial dan Gen Z. Di masa kejayaannya, sektor padat karya ini berhasil menyerap ribuan tenaga kerja dan menjadi penopang utama dapur pacu ekonomi keluarga di Lamongan.

“Kami ingin masyarakat, khususnya generasi muda, memahami bahwa kemajuan Lamongan hari ini dibangun dari kerja keras para pendahulu. Karena itu sejarah perlu dikenang, dipelajari, dan dijadikan inspirasi untuk melanjutkan pembangunan daerah ke depan,” tambahnya dengan nada optimistis.

Gelaran Lamongan Tempoe Doeloe Perjuangan itu sendiri diikuti oleh berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), komunitas, hingga pelaku usaha mikro. Event ini membuktikan bahwa di tengah gempuran modernisasi dan digitalisasi, Lamongan tidak pernah melupakan akar budayanya.

Melalui edukasi sejarah yang dikemas menarik ini, Disnaker Lamongan berhasil mengirimkan pesan kuat: bahwa pembangunan yang berkelanjutan adalah pembangunan yang menghargai sejarah, menjaga nilai perjuangan, dan menjadikannya bahan bakar untuk melangkah ke masa depan yang lebih maju.