GLOBALINSIGHT,SURABAYA – Kolaborasi Seni Rupa Surabaya (KOSERUYA) menghadirkan Pameran Seni Rupa “Spirit Juang dalam Warna” di Galeri Surabaya Urban Creative Hub–THR, Jalan Kusuma Bangsa Nomor 114, Surabaya, mulai Selasa (11/8/2026) hingga Senin (31/8/2026). Pameran yang menghadirkan karya dari 60 pelukis Surabaya dan kota-kota sekitarnya itu digelar sebagai ruang ekspresi seniman sekaligus upaya memperkuat ekosistem seni dan kebudayaan di Kota Surabaya.
Suasana seni rupa di Kota Surabaya kembali mendapat ruang baru melalui Pameran Seni Rupa “Spirit Juang dalam Warna” yang digelar Kolaborasi Seni Rupa Surabaya (KOSERUYA).
Pameran tersebut berlangsung selama 21 hari, mulai Selasa, 11 Agustus hingga Senin, 31 Agustus 2026, di Galeri Surabaya Urban Creative Hub–THR, Jalan Kusuma Bangsa Nomor 114, Surabaya.
Pameran dibuka untuk masyarakat setiap hari pukul 12.00–20.00 WIB. Pembukaan dijadwalkan pada Selasa (11/8/2026) pukul 15.30 WIB dan rencananya dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Herry Purwadi, S.Sn.
Panitia Pameran KOSERUYA, Ami Tri, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk partisipasi para seniman dalam memperkuat ekosistem seni dan kebudayaan di Surabaya.
Menurut dia, pameran sekaligus menjadi bagian dari semangat menyambut momentum bulan Agustus melalui karya seni rupa.
“Pameran ini merupakan wujud partisipasi para seniman dalam memperkuat ekosistem seni dan kebudayaan di Kota Surabaya, sekaligus menyemarakkan momentum bulan Agustus melalui ekspresi seni rupa,” kata Ami Tri.
Spirit Perjuangan dalam Karya Seni
Tema “Spirit Juang dalam Warna” menjadi benang merah pameran yang mempertemukan puluhan seniman dengan latar gaya dan karakter visual yang beragam.
Ami menyebut terdapat 60 pelukis dari Surabaya dan sejumlah kota di sekitarnya yang berpartisipasi. Keragaman karya tersebut menjadi salah satu kekuatan pameran karena pengunjung dapat melihat beragam pendekatan dalam menerjemahkan semangat perjuangan melalui seni.
Bagi KOSERUYA, makna perjuangan tidak semata-mata berkaitan dengan sejarah masa lalu. Semangat tersebut juga dinilai tetap relevan dalam kehidupan masyarakat saat ini dan dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk ekspresi.
“Seni rupa bisa menjadi salah satu bentuk ekspresi yang memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujar Ami.
Pendekatan tersebut membuat tema perjuangan tidak berhenti pada simbol atau narasi sejarah. Warna, bentuk, karakter, serta perspektif masing-masing seniman menjadi medium untuk menyampaikan gagasan kepada publik.
Dengan demikian, pameran tidak hanya menawarkan karya untuk dinikmati secara visual, tetapi juga membuka ruang bagi pengunjung untuk menafsirkan sendiri pesan yang dibawa setiap karya.
Menghidupkan Kembali Kawasan THR
Selain menjadi ajang apresiasi seni, penyelenggaraan Pameran KOSERUYA memiliki konteks yang lebih luas bagi perkembangan ruang kreatif di Surabaya.
Panitia melihat kawasan Taman Hiburan Rakyat atau THR memiliki nilai historis dan menjadi salah satu ruang yang memiliki kaitan dengan perjalanan Kota Surabaya. Kehadiran Galeri Surabaya di Urban Creative Hub–THR diharapkan dapat memberikan fungsi baru sebagai ruang interaksi kreatif.
Ami mengatakan galeri tersebut diharapkan terbuka bagi seniman, pelaku budaya, masyarakat umum, serta pecinta seni rupa.
Ruang seperti ini penting karena perkembangan ekosistem seni tidak hanya bergantung pada karya dan seniman. Interaksi antara kreator, komunitas, pemerintah, masyarakat, dan penikmat seni juga menjadi bagian penting dalam membangun keberlanjutan kegiatan kebudayaan.
Kehadiran pameran selama tiga pekan sekaligus memberikan kesempatan lebih panjang bagi masyarakat untuk mengunjungi dan menikmati karya. Jam operasional hingga malam hari juga membuka peluang bagi masyarakat yang memiliki aktivitas pada siang hari untuk datang setelah menyelesaikan kegiatan.
Mendorong Apresiasi Seni di Surabaya
KOSERUYA berharap pameran ini turut memperkuat citra Surabaya sebagai kota yang aktif mengembangkan seni dan kebudayaan.
Menurut Ami, keberadaan ruang seni baru perlu mendapat dukungan melalui partisipasi publik. Apresiasi masyarakat terhadap karya seniman dinilai dapat menjadi salah satu fondasi bagi tumbuhnya kegiatan seni secara berkelanjutan.
Pameran ini juga memperlihatkan bahwa seni rupa dapat menjadi bagian dari ruang publik yang mempertemukan berbagai kelompok masyarakat.
Bagi seniman, pameran menjadi kesempatan untuk mempresentasikan karya dan berinteraksi dengan penikmat seni. Sementara bagi masyarakat, kegiatan tersebut dapat menjadi alternatif ruang edukasi, rekreasi, sekaligus apresiasi terhadap perkembangan seni rupa lokal.
Tantangannya adalah bagaimana momentum pameran tidak berhenti setelah agenda berakhir. Keberlanjutan program, konsistensi aktivitas seniman, serta keterlibatan masyarakat akan menjadi faktor penting agar ruang kreatif di kawasan THR benar-benar berkembang.
Menjaga Ruang Kreatif Tetap Hidup
Pameran “Spirit Juang dalam Warna” menjadi salah satu bentuk kolaborasi seniman untuk menjaga geliat seni rupa tetap hidup di Surabaya.
Keikutsertaan 60 pelukis juga menunjukkan adanya potensi komunitas seni yang dapat terus dikembangkan melalui kegiatan bersama. Keragaman gaya dan karakter karya menjadi modal untuk memperluas pilihan apresiasi bagi masyarakat.
Panitia Pameran KOSERUYA terdiri atas Ami Tri, Muit Arsa, Supaat Margi, dan Budi Bi. Mereka mengajak masyarakat untuk datang langsung ke Galeri Surabaya Urban Creative Hub–THR selama periode pameran.
Hingga berita ini disusun, informasi yang tersedia dari panitia belum memuat pernyataan langsung dari pihak Disbudporapar Kota Surabaya mengenai evaluasi atau program lanjutan terkait pameran ini. Namun, pembukaan pameran dijadwalkan dilakukan oleh Kepala Disbudporapar Kota Surabaya Herry Purwadi.
Ke depan, keberadaan Galeri Surabaya di Urban Creative Hub–THR diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyelenggaraan pameran sesaat, tetapi berkembang sebagai ruang pertemuan yang mempertemukan karya, gagasan, dan masyarakat.
Pada akhirnya, “Spirit Juang dalam Warna” membawa pesan bahwa semangat berkarya juga merupakan bagian dari perjuangan. Ketika ruang seni terus dihidupkan dan masyarakat ikut mengapresiasinya, ekosistem kreatif Surabaya memiliki peluang untuk tumbuh semakin kuat dan berkelanjutan. (Red/Red)












